Bill Of Lading

Apakah itu Bill of Lading?

Bill of lading adalah salah satu dokumen yang dibutuhkan untuk proses pengiriman cargo dari satu negara ke negara lain (ekspor impor). Sesuai penjelasan dari WIkipedia:

> Thebill of lading(BOL) works as a receipt of freight {services|providers|companies}, a contract between a freight {carrier|service|provider} and shipper and a {document|doc} of title. Thebill of ladingis a legally binding {document|doc} {providing|offering} {the driver|the driving force|the motive force} and the {carrier|service|provider} all {the details|the small print|the main points} {needed|wanted} to {process|course of} the freight {shipment|cargo} and {invoice|bill} it {correctly|appropriately|accurately}. ({source|supply} {here|right here})

BOL menjelaskan informasi barang yang disampaikan termasuk jumlah, {type|sort|kind} barang, pengirim, dan juga tempat tujuan akhir. Seberapa pentingnya sebuah dokumen ini dalam pengiriman barang terutama dalam hal ini terkait asuransi pengiriman.

> The Bill of Lading is the {evidence|proof} of the contract entered into between the {carrier|service|provider} and the shipper, or freight {owner|proprietor}, {in order to|so as to|to be able to} {carry out|perform} the transportation of the freight as per the contract between {the buyer|the customer|the client} and {the seller|the vendor}.

This {document|doc} {is also|can also be|can be} used as a receipt, signed by the {carrier|service|provider}, {to confirm|to verify|to substantiate} that {the goods|the products} match {the description|the outline} listed on the paperwork, and that {they have|they’ve} been {received|acquired|obtained} by the {carrier|service|provider} in good order.

Lastly, the {bill|invoice} of lading is used {to determine|to find out} who pays for the freight {charges|costs|expenses} and any customs {fees|charges}, and {to outline|to stipulate} the {liability|legal responsibility} and {responsibility|duty|accountability} for {the goods|the products} transferred from {the seller|the vendor} to {the buyer|the customer|the client}. ({source|supply} {here|right here})

Berikut ini beberapa fungsi B/L (Bill Of Lading) antara lain:

* Bukti Perjanjian pengangkutan dan penyerahan barang kepada pengangkut
* Bukti kepemilikan barang secara resmi
* Bukti penerimaan dan pengiriman barang
* Asuransi barang
* Penjagaan barang
* Sebagai pelantara antara pemilik dan penerima
* Sebagai bentuk kerjasama antara pemilik, pengangkur, dan penerima

Pada pengiriman barang kita harus menerima dokumen ini sehingga polis asuransi akan saling terkait dan {valid|legitimate}. Dengan kata lain, seluruh rangkaian pengiriman barang yang dimaksud akan sesuai antara {invoice|bill}, BoL, dan polis asuransi

Berikut adalah contoh BoL yang diperoleh pada masa pelatihan perdagangan Internasional (August 14-15, 2019)

Pada BL tersebut tertulis Multimoda transportation yang diselenggarakan oleh Hapag-Llyod.

1. Shipper. Shipper adalah Exportir atau si Pengirim barang. Nama dan alamat lengkap Shipper harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan)
2. Consignee. Consignee adalah Importir atau si Penerima barang. Nama dan alamat lengkap Consignee harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, PackingList, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).
{3|three}. Notify Address. Notify Party adalah pihak kedua setelah Consignee yang berhak untuk diberitahu tentang adanya suatu pengiriman dan penerimaan barang export / import. Dalamp rakteknya, Nama dan Alamat Notify Party ini sama dengan nama dan Alamat Consignee. Tetapi ini semua tergantung dari perjanjian awal antara pihak Shipper dan Importir. Nama dan alamat lengkap Notify Party harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO. Atau jika Notify Part sama dengan Consignee maka cukup ditulisSAME AS CONSIGNEE.
{4|four}. Precarrying Vessel. Kapal yang digunakan dalam pengiriman dari Port of Loading menuju Port of Transhipment. Dalam hal ini bisa disebut juga Feeder vessel. Feeder Vesseladalah Kapal pengangkut dari pelabuhan muat ke pelabuhan transit. Jenis kapal ini kecil hanya muat untuk mengangkut kurang lebih 3000an container.
5. Ocean vessel. Mother vessel yang digunakan dari Port of Transhipment menuju Port of Discharge. Mother Vesseladalah Kapal induk / kapal yang memiliki berkapasitas besar yang mengangkut muatan dari pelabuhan transit ke pelabuhan tujuan diseluruh penjuru dunia.
6. Port of Loading. Pelabuhan muat untuk menaikan cargo dari shipper.
7. Port of discharge. pelabuhan bongkar cargo yang akan diterima oleh consignee
{8|eight}. Port of Transhipment. pelabuhan peralihan dari feeder vessel menuju {mother|mom} vessel. Hal ini akan terjadi perpindahan cargo dari shipper.
9. Place of receipt. pelabuhan tempat penerima barang pertama kali. hal ini ada istilah CY yakni Container Yard. CYadalah dingkatan dari Container Yard yaitu penumpukan container di dermaga/ pelabuhan.
10. Place of Delivery. Pelabuhan tempat cargo diterima.
{11|eleven}. Containers no. Pada bagian ini dijelaskan nomor container yang akan dikirimkan dari Surabaya ke Long {beach|seashore|seaside}. Penomoran container disesuaikan dengan pemilik container tersebut. Hal ini contoh HLCU menandakan container milik Hapag Llyod Container Unit. Karakter U pada akhir harus disematkan. Kode container ini akan dipasang di fisik container juga. COntoh HLXU bahwa Hapag Llyod memiliki container leased dari pihak lain. Code CTNS adalah kepanjangan dari Cartons.
12. Description of Goods. Bagian ini menjelaskan apa isi dari container yang dimaksud. Code STC artinya {said|stated|mentioned} to {contain|include|comprise}. Contoh BoL tersebut bahwa cargo membawa kitchenware sebanyak 3977 {boxes|bins|packing containers} yang terbagi dalam {3|three} container (2 HLCU dan 1 HLXU). pada bagian selanjutnya adalah berat cargo dalam satuan Kilograms dan ukuran dalam cubic meters (CBM). Measurement / Cubication / CBMadalah ukuran kubikasi suatu barang export. Perhitungan Kubikasi ini sangat penting dikuasai oleh para exporter untuk menentukan jenis pengirimannya. Apakah menggunakan container 20ft, 40ft,40HQ ,45ft dan sebagainya. Oleh karena itu, apabila menggunakan trucking, dengan truck jenis apa yang akan digunakan apakah truck tronton, truck angkel, truck {box|field} / diesel atau truck {built|constructed} up. cara manghitung kubikasi adalah panjang x lebar x tinggi dibagi 1.000.000.
{13|thirteen}. Freight Collect. Hal ini menandakan bahwa biaya pengiriman ditagihkan kepada consignee. Freight Collect: biasa disebut dalam dokumen transportasi Bill of lading. Hal ini menunjukkan bahwa biaya transportasi atau biaya kapal menjadi beban atau akan dibayar oleh penerima barang di tempat tujuan. Artinya pengirim hanya mengirim barang tanpa membayar biaya kapal, namun penerima barang sewaktu akan mengambil barang dari kapal harus membayar biaya kapal terlebih dahulu. Besarnya biaya kapal seperti tertera pada dokumen B/L, namun jika B/L tidak memberikan informasi ini, besarnya biaya dapat ditanyakan kepada pengirim barang maupun perusahaan transportasi bersangkutan, tentunya sesuai harga yang telah disepakati antara pengirim dengan perusahaan pengangkut atau antara penerima barang dengan perusahaan pengangkut. Freight {prepaid|pay as you go}: biasanya disebut seperti ini dalam dokumen perjalanan Bill of lading /airwaybill. Hal ini menunjukkan pembayaran ongkos muatan / kapal / pesawat / transportasi telah dibayar oleh pengirim / shipper / penjual / eksportir. Artinya penerima barang tidak perlu lagi membayar ongkos transportasi / biaya kapal.
14. Shipper Load stowage and {count|rely|depend}. STAC. Hal ini menjelaskan bahwa tanggung jawab Shipper-lah yang melakukan {final|last|ultimate} perhitungan barang, bukan {carrier|service|provider} agent.
15. FCL. Full Container Load. FCL:Full Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang dengan menggunakan container. Walaupun {quantity|amount} barang tersebut lebih pantas dengan mode LCL, tetapi jika shipper mengirimkan barangnya dengan menggunakan container maka jenis pengiriman ini disebut dengan FCL. Pengiriman barang dengan mode FCL maka kita harus mendatangkan container ke Gudang kita untuk {process|course of} stuffing (proses pemuatan barang). Setelah stuffing selesai, container itu kita segel dan kita kirimkan ke Tempat Penumpukan Peti Kemas dipelabuhan.
{16|sixteen}. Biaya biaya. 1. THO – Terminal {handling|dealing with} origin. Biaya hndling cargo di pelabuhan muat. . MTD. Biaya pembuatan Bill of Lading. Satuan biaya ini per slip BoL . SEA. Sea Freight {cost|value|price}. perhitungannya per container. . BAF. Bunker Adjustment Factor. bunker surcharge orBAFrefers to floating {part of|a part of} sea freight {charges|costs|expenses} which represents additions {due to|because of|as a result of} oil {prices|costs}. BAF {charges|costs|expenses} {used to be|was|was once} {determined|decided} by Carrier Conferences to be {applicable|relevant} for a {certain|sure} {period|interval} on a {certain|sure} {trade|commerce} route. . THD. Terminal {handling|dealing with} Destination. Biaya penanganan cargo di pelabuhan bongkar. Perhitungan biaya per CTR / container. . Code P artinya Prepaid sedangkan C artinya Collect

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menangani penerimaan B/L khususnya oleh petugas {bank|financial institution} yang terlibat didalamnya adalah ({source|supply} {here|right here}):

1. B/L harus diterima langsung dari maskapai pengapalan atas pengangkutan yang menerbitkannya
2. Dalam B/L harus disebutkan nama dan alamat pengirim (eksporir),consignee, dan order dari {bank|financial institution} devisa
{3|three}. B/L harus ditanda tangani oleh pejabat yang berhak menandatanganinya danspecimentanda tangan telah ada di {bank|financial institution}
{4|four}. B/L harus dicocokan denganinvoicedan L/C dalam hal : 1. Nomor dan tanggal L/C serta nama {bank|financial institution} pembuka L/C . Nama, ukuran dan jumlah barang . Pelabuhan pengiriman . Pelabuhan tujuan . Pihak pengirim da penerima

5. Bank harus dapat mengenal dan membedakan syarat-syarat B/L yang dapat diterima dari jenis-jenis pernyataan dalam B/L yang ada, diantaranya : 1. Shipped onBord B/L,artinya dapat diterima . Received for Shipment,artinya tidak dapat diterima dan harus mintaL/C amandment

6. Bank tidak dibenarkan menerima atau menegosiasiUnclean B/Lkecuali syarat L/C dengan tegas mengizinkannya
7. Tanggal B/L tidak boleh melewati batas tanggal pengapalan
{8|eight}. B/L harus cocok dengan L/C tentang pelaksanaan pembayaranfreight ({prepaid|pay as you go}, payable at destinationataucollect)

Dan dalam hal ekspor yang dilaksanakan harus dengantranshipment, beberapa hal yang harus diteliti, yaitu :

1. Apakah diminta throught B/L dengansecond carrierendorsementatau cukup denganthrought B/Ltanpasecond {carrier|service|provider} ecdorsement
2. Apakah diminta B/Lissued by second {carrier|service|provider}(hanya diizinkan untuk pelaksanaantranshipmentdi dalam negeri kecuali ada perubahan peraturan)

1. Commercial Invoiceadalah daftar nilai / harga barang yang tercantum dalam packing {list|listing|record}. Commercial Invoice ini berisikan nilai barang per {item|merchandise} dan {total|complete|whole} nilai barang. Biasanya, Commercial Invoice, Packing List dan Bill of Lading adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam proses Export dan Import atau bisa dikatakan ketiga dokumen ini adalah 1 set dokumen Export / Import.

2. Proforma Invoiceadalah {invoice|bill} yang bersifat sementara sebelum dikeluarkan {commercial|business|industrial} {invoice|bill}.

{3|three}. Sales Contractadalah kontrak perjanjian jual-beli antara pihak eksportir/ penjual dan importer/ pembeli antar negara.

{4|four}. Packing Listadalah daftar sistem pengepakan. Packing List ini diterbitkan oleh setiap eksportir setiap kali akan melakukan kegiatan ekspor, {data|knowledge|information} packing {list|listing|record} inilah yang akan di muat pada Bill of Lading maupun Air Way Bill. packing {list|listing|record} berisikan {data|knowledge|information} shipper, consignee, notify {party|celebration|get together} (jika ada), nama barang, jumlah dan jenis kemasan, jumlah barang, berat bersih, berat kotor, kubikasi, {shipping|delivery|transport} marks & numbers / Keterangan yang tertulis pada kemasan, nama kapal, pelabuhan muat, pelabuhan bongkar dan lain-lain.

5. Terms of tradeadalah terma dagangatau syarat penyerahan perdagangan.

6. Payment termsadalah terma pembayaran dalam pedagangan jual-beli. Baik itu memakai Bank {transfer|switch}, TT {payment|cost|fee}, western union, paypal, maupun dengan Letter of Credit Bank.

7. Undernamemerupakan salah satu kegiatan peminjaman lisensi suatu perusahaan guna untuk memperlancar kegiatan ekspor – impor barang. Pada hal ini, sebuah perusahaan yang dipinjam lisensinya seolah-olah sebagai importir/ consignee/ pemilik barang utamanya. Pada umumnya, bagi beberapa orang yang tidak memiliki atau belum punya lisensi, maka undername adalah solusinya.

{8|eight}. APIadalah singkatan dari angka pengenal importer. Adapun jenis-jenis API yaitu API-T (terbatas), API-U (umum), dan API- P (produsen).

9. SRPadalah singkatan dari surat surat registrasi pabean dimana dengan surat ini sangat berguna bagi importir sebagai identitas yang memenuhi persyaratan DJBC.

10. DJBCadalah singkatan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

{11|eleven}. Shipperadalah nama lain dari eksportir atau pengirim barang. Istilah shipper ini akan selalu di pakai sebagai pengganti kata exporter / pengirim barang./ penjual.

12. Consigneeadalah nama lain dari importir atau penerima barang. Istilah ini akan selalu dipakai sebagai pengganti kata importir / penerima barang / pembeli.

{13|thirteen}. EMKLadalah singkatan dari ekspedisi muatan kapal laut.

14. EMKUadalah singkatan dari ekspedisi muatan kapal udara.

15. Forwarder Companymerupakan sebuah perusahaan dimana tugasnya dalah selain merangkap EMKL/EMKU, menyewa container ke {shipping|delivery|transport} {lines|strains|traces}, dan bisa mengirim sampai ke pelabuhan negara tujuan, akan tetapi bisa menerbitkan dokumen pengapalan seperti BL/ AWBL.

{16|sixteen}. LHPadalah singkatan dari Laporan hasil pemeriksaan secara fisik.

17. NIKadalah singkatan dari nomor identitas kepabeanan.

18. PNBPadalah singkatan dari penerimaan negara bukan pajak.

19. Phytosanitary Certificateadalah sertifikat dari balai karantina hewan dan tumbuhan yang menyatakan bahwa barang yang akan dikirim (export) ialah bersifat bersih, bebas dari hama dan serangga, serta hal-hal yang mengganggu lainnya.

20. OB ( Over Brengen)ialah pemindahan secara paksa terhadap barang impor karena gagal melakukan proses kepabeanan tepat waktu.

21. Notify Partyadalah pihak ketiga selain Consignee yang mengetahui adanya sebuah pengiriman barang.

22. Vesseladalah Kapal

23. Voyage / Voy.adalah nomor kapal

24. Shipping Marks & Numbersadalah keterangan yang tertera atau tertulis dalam kemasan barang yang akan dikirimkan.

25. Descriptions of Goodsadalah deskripsi barang yang harus sesuai antara yang tercantum pada dokumen B/L atau AWB dengan packing {list|listing|record}.

26. Gross Weight (GW)adalah berat kotor suatu barang yang akan dikirimkan.

27. Net Weight (NW)adalah berat bersih suatu barang tanpa kemasan.

28. Shipping Scheduleadalah jadwal keberangkatan kapal / pesawat

29. Warehouseadalah gudang tempat penumpukan barang yang dikirim dengan tidak menggunakan container

30. UTPKadalah sebuah singkatan dari Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas

31. DEPOadalah tempat penumpukan container yang kosong

32. Delivery Order / DOadalah Surat yang diterbitkan pihak {shipping|delivery|transport} atau forwarder kepada shipper sebagai tanda bukti pengambilan container kosong dan atau tanda bukti pengiriman barang dari gudang shipper ke UTPK atau Warehouse.

33. Stuffing / Loadingadalah proses pemuatan barang export kedalam container atau truck angkutan. Berikut hanya berlaku untuk kegiatan export saja.

34. Unstuffing / Unloadingadalah proses pembongkaran dari dalam container atau truck angkutan. Berikut hanya berlaku untuk kegiatan import saja.

35. Feeder Vesseladalah Kapal pengangkut dari pelabuhan muat ke pelabuhan transit. Jenis kapal ini kecil hanya muat untuk mengangkut kurang lebih 3000an container.

36. Mother Vesseladalah Kapal induk / kapal yang memiliki berkapasitas besar yang mengangkut muatan dari pelabuhan transit ke pelabuhan tujuan diseluruh penjuru dunia.

37. Open Stack ( O/S )adalah waktu dibukanya container / barang boleh di tempatkan di UTPK atau warehouse.

38. Closing Time ( C/T )adalah waktu ditutupnya pemasukan / penumpukan barang di UTPK atau warehouse.

39. Dwelling Timemerupakan waktu tunggu bongkar muat container, dimana saat container masuk ke pelabuhan sampai keluar dari pelabuhan ( pengapalan), atau saat container turun dari kapal sampai keluar dari pelabuhan ( dibawa dengan ekspedisi trucking).

{40|forty}. ETDadalah singkatan dari Estimated Time of Departure yaitu waktu perkiraan keberangkatan kapal / pesawat dari pelabuhan muat atau bandara

{41|forty one}. ETAadalah singkatan dari Estimated Time of Arrival yaitu waktu perkiraan kedatangan kapal / pesawat

{42|forty two}. LCLadalah singkatan dari Less than Container Loaded yaitu sistem pengiriman barang yang harus di pull di konsoidator hingga muat dalam 1 container full, jadi dalam 1 container terdiri dari beberapa shipper/ pengirim barang.

{43|forty three}. FCLadalah Full Container Loaded yaitu pengiriman barang dengan menggunakan container.

{44|forty four}. Consolidasiadalah suatu proses yang pada biasanya dilakukan oleh freight forwarder untuk menggabungkan banyak kiriman menjadi satu kiriman, dan hal ini akan di pull in sehingga penuh 1 kontainer. Selain itu teknik ini akan memperkecil biaya ongkos kiriman secara keseluruhan.

{45|forty five}. Volumetrixadalah suatu istilah perbandingan antara berat barang sebenarnya dikali dimensi barang. ada 2 tumpuan pada hal ini yang dihitung yang mana lebih berat, apakah berat barangnya atau barang ringan tapi menyita tempat yang banyak (makan tempat). Jadi ekspedisi atau kurir akan menghitung yang mana terberat diantara kedua poin tersebut.

{46|forty six}. SPJMadalah singkatan dari Surat Pemberitahuan Jalur Merah.

{47|forty seven}. SPJKadalah singkatan dari Surat Pemberitahuan Jalur Kuning.

{48|forty eight}. SPJHadalah singkatan dari Surat Pemberitahuan Jalur Hijau.

{49|forty nine}. SSPCPadalah singkatan dari surat setoran pabean, cukai dan pajak.

50. Part Of Shipmentadalah pengiriman barang menggunakan 1 container dimana didalam container tersebut terdiri dari berapa nama shipper namun dengan tujuan satu consignee.

{51|fifty one}. Dry Containeradalah container kering / standar yang digunakan untuk mengirim barang2 biasa yang tidak berbahaya dan bukan merupakan barang {gas|fuel|gasoline} atau cair atau barang yang perlu penanganan khusus.

{52|fifty two}. Reefer Containeradalah container yang memiliki pengatur suhu. biasa digunakan untuk pengiriman produk yang memerlukan kesegaran yang terjaga sampai di tempat tujuan seperti ikan hidup, udang hidup, buah-buahan, sayur-sayuran..dll

{53|fifty three}. Open Top Containeradalah container yang bagian atasnya bisa dibuka / terbuka. Kontainer ini biasanya digunakan untuk pengiriman barang yang tingginya melebihi standar ketinggian container DRY.

{54|fifty four}. Flat Rack Containeradalah container yang bagian samping kanan dan kirinya terbuka. Kontainer ini biasanya digunakan untuk memuat barang yang lebarnya melebihi standar lebar container DRY.

{55|fifty five}. Spaceadalah tempat yang tersedia didalam kapal

{56|fifty six}. Bookingadalah istilah untuk pemesanan tempat

{57|fifty seven}. Shipping Instructionsadalah surat pengajuan atau perintah (intruksi) pengiriman barang yang diterbitkan oleh shipper kepada {shipping|delivery|transport} agent agar segera diproses mulai dari muat barang dikapal hingga kapal berangkat .

{58|fifty eight}. Ocean Freight (O/F)adalah biaya pengiriman barang dengan menggunakan kapal laut

{59|fifty nine}. Air Freight (A/F)adalah biaya pengiriman barang dengan menggunakan pesawat atau maskapai penerbangan.

60. Exworkadalah sebuah terma dagang dimana system pembelian suatu barang tersebut hanya harga barangnya saja, belum termasuk biaya stuffing, {handling|dealing with} {fee|payment|charge}, forwarding {fee|payment|charge}, dan biaya lainnya. Semua biaya tersebut adalah tanggungan pihak {buyer|purchaser} atau importer.

{61|sixty one}. FOBadalah Free On Board yaitu anda memberikan penawaran harga barang hanya sampai diatas kapal saja dan belum termasuk biaya atau ongkos kapal.

{62|sixty two}. CIFadalah singkatan dari Cost Insurance & Freight dimana sistem pembelian barang sudah termasuk pengiriman, asuransi dan harga barang dibayarkan sebelum kapal berangkat / di pelabuhan muat dan merupakan dasar untuk perhitungan bea masuk ( {duty|obligation|responsibility} & tax ). Dengan kata lain harga barang sudah disatukan dengan biaya ongkos kirimsampai ke port tujuan sehingga pihak pembeli hanya terima beres sampai di pelabuhannya berasal.

{63|sixty three}. C & Fadalah Cost and Freight adalah sistem pembelian barang dimana biaya pengiriman dan harga barang di bayarkan di pelabuhan muat namun asuransi belum termasuk dan itu menjadi tanggungan Penerima Barang.

{64|sixty four}. DDP shipmentadalah singkatan dari delivered dutytax paid. Maksudnya istilah ini ialah suatu terma dagang dimana pihak eksportir / penjual barang harus menyerahkan barang kepada pembeli/ {buyer|purchaser} dengan kondisi semua permasalahan dari pengiriman, kepabeanan dinegara pembeli, {duty|obligation|responsibility} tax, forwarding {fee|payment|charge}, hingga sampai ke gudang pembeli itu ditanggung oleh si penjual/ {seller|vendor}. Singkat cerita, pihak pembeli terima beres.

{65|sixty five}. DDU shipmentadalah singkatan dari delivered dutytax unpaid atau kebalikan dari DDP {shipment|cargo}, Dimana terma dagang ini pajak dan urusan kepabeanan lainnya bukan tanggungan pihak {seller|vendor}/ penjual.

{66|sixty six}. Notuladalah singkatan dari Nota Pembetulan. Istilah ini akan dipakai jika ada suatu kejadian dimana barang tidak dapat dikeluarkan karena terkena pemutihan atau pelaggaran yang ditemukan oleh bea cukai, baik itu dari dokumen yang tidak {valid|legitimate} atau dipalsukan, undervalue atau pengurangan nilai {invoice|bill}, sehingga bea masuk terlalu tinggi. Singkat cerita, Notul ini adalah denda negara.

{67|sixty seven}. PIBadalah singkatan dari pemberitahuan impor barang. pengisian {form|type|kind} PIB ini kini dilakukan dengan sistem {online|on-line} EDI ( {electronic|digital} Data Interchange) melalui perusahaan PPJK. Jika {transfer|switch} EDI dan pemeriksaan PIB disetujui, maka akan terbit SPPB ( surat pemberitahuan pengeluaran barang).

{68|sixty eight}. PEBadalah singkatan dari pemberitahuan ekspor barang. Sama halnya dengan PIB. Kita sebagai eksportir harus mengajukan PEB dengan mengisi {form|type|kind} melaui system EDI. Jika disetujui, maka akan keluar NPE ( Nota Pemberitahuan Ekspor). Adapun {data|knowledge|information}-{data|knowledge|information} yang diperlukan untuk pengsian {form|type|kind} PEB adalah {commercial|business|industrial} {invoice|bill} dan packing {list|listing|record}.

{69|sixty nine}. HS Codeadalah singkatan dari harmonized sistem code. Istilah satu ini adalah cara untuk mengidentifikasi suatu barang. Hs code ini berupa angka-angka yang akan memudahkan kita untuk mengenali produk secara {detail|element} dan juga memberikan {data|knowledge|information}-{data|knowledge|information} akurat mengenai bea masuk, ppn, pph, dan perhitungan bea lainnya.

70. Freight Prepaidadalah suatu sistem pembayaran dimana biaya pengiriman barang harus sudah selesai dibayarkan di pelabuhan muat.

{71|seventy one}. Freight Collectadalah suatu sistem pembayaran dimana biaya pengiriman barang akan dibayarkan di pelabuhan bongkar.

{72|seventy two}. Bill Of Ladingatau B/L adalah surat / dokumen yang diterbitkan oleh Shipping Line / Freight Forwarder untuk setiap pengiriman barang export. Bill Of Lading ini di terbitkan pada tanggal keberangkatan kapal. Bill Of Lading ini nantinya akan diberikan kepada consignee untuk mengambil barang di tempat tujuan (pengambilan import). Fungsi dari Bill Of Lading selain sebagai bukti pengambilan barang di tujuan, juga dilampirkan dalam proses pembuatan COO.

{73|seventy three}. Air Way Bill / AWBmemiliki fungsi dan kegunaannya adalah sama dengan Bill Of Lading hanya saja AWB ini khusus untuk pengiriman barang {via|by way of|through} udara.

{74|seventy four}. Certificate of Originadalah sertifikat keterangan asal barang yang diterbitkan oleh DISPERINDAG kepada eksportir. Kegunaannya adalah sebagai pembuktian keaslian barang dari negara asal yang tertera pada Bill Of Lading.

(Baca Juga :Pengertian Certificate of Origin (COO) dan Kegunaannya)

{75|seventy five}. COAadalah singkatan dari Certificate of Analysist. Sertifikat ini diterbitkan oleh Badan Sucofindo atau Geoservices atau sejenisnya kepada eksportir. Kegunaannya adalah sebagai analisis barang baik itu mulai dari spesifikasi barang hingga pembuktian kinerja suatu barang yang akan dikirim.

{76|seventy six}. POLadalah Port Of Loading yaitu Pelabuhan Muat.

{77|seventy seven}. PODadalah Port of Discharge yaitu Pelabuhan Bongkar.

{78|seventy eight}. CFSadalah dingkatan dari Container free station yaitu lapangan / tempat penumpukan barang untuk pengiriman LCL bukan FCL.

{79|seventy nine}. CYadalah dingkatan dari Container Yard yaitu penumpukan container di dermaga/ pelabuhan.

{80|eighty}. TEUadalah dingkatan dari Twenty {feet|ft|toes} Equivalent Unit.

{81|eighty one}. Incotermsadalah dingkatan dari {international|worldwide} {commercial|business|industrial} {terms|phrases}. Lebih tepatnya ialah sebuah ketentuan atau terma dagang yang diberlakukan oleh departemen perdagangan internasional.

{82|eighty two}. Sealialah segel container.

{83|eighty three}. Place of Deliveryyaitu Tujuan akhir Pengiriman Barang.

{84|eighty four}. Place of Receiptyaitu Tempat Penerimaan Barang.

{85|eighty five}. Customs Clearanceadalah proses administrasi pengiriman dan atau pengeluaran barang ke / dari Pelabuhan muat / bongkar yang berhubungan dengan kepabeanan dan administrasi pemerintahan.

86. Measurement / Cubication / CBMadalah ukuran kubikasi suatu barang export. Perhitungan Kubikasi ini sangat penting dikuasai oleh para exporter untuk menentukan jenis pengirimannya. Apakah menggunakan container 20ft, 40ft,40HQ ,45ft dan sebagainya. Oleh karena itu, apabila menggunakan trucking, dengan truck jenis apa yang akan digunakan apakah truck tronton, truck angkel, truck {box|field} / diesel atau truck {built|constructed} up. cara manghitung kubikasi adalah panjang x lebar x tinggi dibagi 1.000.000.

87. Demurrageadalah batas waktu pemakaian container didalam pelabuhan (CY) mulai bongkar (discharges) kapal sampai pintu ke luar pelabuhan (Get out) ataupun sebaliknya mulai dari pintu masuk pelabuhan (Get in) sampai Muat (Loading) ke kapal.

88. Tramperialah pola pengangkutan laut yang tidak memiliki trayek atrau schedule waktu yang jelas.

89. Detentionadalah batas waktu pemakaian container di luar pelabuhan antara depot out (Keluar gudang) container maskapai pelayaran samapai masuk ke pintu pelabuhan (depot in) atau dari pintu keluar pelabuhan (depot out) sampai container masuk ke gudang container (depot in) Maskapai pelayaran.

{90|ninety}. Free time demurage dan detentionadalah kebijakan dari maskapai pelayaran yang diberikan ke pihak customernya untuk penggunaan container, mereka memberikan batasan di karenakan container tersebut akan digunakan kembali sebagai {main|primary|major} bisnis maskapai pelayaran, jadi apa bila melebihi batas waktunya mereka akan mengenakan biaya sewa yg disebut demmurage & Detention.

{91|ninety one}. Storageadalah biaya penumpukan container di {area|space} tempat penimbunan sementara (TPS) dan biaya tersebut diberlakukan oleh pemilik/pengelola lahan tersebut kepada pengguna container seperti Pelabuhan, Gudang berikat dll.

{92|ninety two}. Warranty/ deposit containerakan dikembalikan apa bila dalam batas waktu yg ditentukan Container sudah dikembalikan, Container dalam keadaan baik dan tidak rusak karena barang. Apa bila melebihi batas waktu yg ditentukan dan atau ada container rusak, maka waranty akan dipotong atau kalau kurang akan diminta kekurangannya.

{93|ninety three}. Quarantine letterialah surat karantina. Baik itu karantina perikanan, partumbuhan, pertambangan, dan lain-lain sebagainya.

{94|ninety four}. Advance paymentadalah pembayaran secara tunai.

{95|ninety five}. Consignmentadalah Pembayaran transaksi yang dibayarkan setelah barang terjual (titip jual , konsinyasi)

{96|ninety six}. T.T transferadalah pembayaran secara telegraphic {transfer|switch} atau {bank|financial institution} {transfer|switch}.

{97|ninety seven}. LC paymentatau letter of {credit|credit score} adalah sebuah system pembayaran yang sangat aman yaitu hanya {bank|financial institution} to {bank|financial institution} atau dengan singkat cerita sebuah transaksi yang mendapatkan perlakuan dan pengawasan khusus dari pihak {bank|financial institution}.

{98|ninety eight}. Applicantialah pihak yang membuka kontrak LC kepada {bank|financial institution} penerbit. Pada hal ini seorang applicant bertindak sebagai pembeli ( {buyer|purchaser}) atau importer.

{99|ninety nine}. Beneficiaryialah sebagai pihak yang akan menerima pembayaran atas pembukaan LC {bank|financial institution} oleh applicant. Pada hal ini, seorang beneficiary adalah sebagai penjual ( {seller|vendor}) atau eksportir.

{100|one hundred|a hundred}. Issuing Bankadalah {bank|financial institution} yang berada di negara pihak importer dan {bank|financial institution} ini yang akan menerbitkan LC dan meneruskan atau menunjuk advising {bank|financial institution} dinegara pihak eksportir.

{101|one hundred and one|a hundred and one}. Advising Bankadalah {bank|financial institution} yang berada di negara pihak eksportir dan {bank|financial institution} ini yang akan menjadi wakil dalam transaksi {bank|financial institution} to {bank|financial institution} dengan issuing {bank|financial institution}. Selain itu advising {bank|financial institution} memiliki tugas untuk meneruskan dan memberitahukan dan juga menegaskan kebenaran atas pembukaan LC terhadap beneficiary / eksportir.

Source {here|right here}

Demurrage: adalah beaya keterlambatan pengembalian container kepada pelayaran. Ini arti yang lazim digunakan dalam kaitannya ekspor impor. Meski definisi yang lain ada namun yang kami maksud adalah denda keterlambatan oleh pelayaran yang ditagihkan kepada importir, yahanya importer atau pembeli atau penerima barang. Semisal importer ketika mengambil barang di pelabuhan mendapatkan “Free Time Demurrage” dari pelayaran 7 days (tujuh hari, dan ini merupakan default, kebiasaan lazim yang diberikan), artinya pelayaran hanya memberikan kelonggaran waktu sampai tujuh hari sejak kedatangan kapal. Jadi importir hanya mempunyai waktu tujuh hari untuk mengurus dan menyelesaikan pengeluaran impornya, pendek kata container kosong sudah harus kembali ke pelayaran dalam tujuh hari, jika dikembalikan melebihi tujuh hari maka importir akan dikenai denda keterlambatan atau biasa disebut demurrage. Tarif demurrage sendiri beragam antara pelayaran satu dengan yang lain, dan tentuberbeda juga untuk container kecil dan container besar. Seperti container kecil / 20 {feet|ft|toes} dengan tarif denda USD. 10 / hari dan container besar / {40|forty} {feet|ft|toes} dengan tarif denda USD. 20/hari. Dalam hal lain free time demurrage bisa diberikan 10 hari, 14 hari, 21 hari sesuai kesepakatan antara pengirim barang dengan maskapai pelayaran, hal ini dengan pertimbangan tertentu, mungkin barang yang dikirim mempunyai kesulitan pembongkaran atau jauh dalam pengirimannya ke tempat penerima barang atau merupakan barang yang memerlukan pemeriksaan fisik dan diperkirakan memakan waktu lama oleh pejabat pemerintahan dsb. Jika keadaan memang demikian sebaiknya dari awal pengiriman mengajukan permohonan ke perusahaan angkutan pelayaran atau sejenis untuk memberikan pembebasan/ kelonggaran “Free time Demurrage” selama mungkin.

Fumigasi / Pengasapan: Fumigasi adalah teknik pengendalian hama dengan cara menyemprotkan / mengasapi dengan {gas|fuel|gasoline} beracun (fumigan) pada ruang kedap udara dengan dosis, temperatur & waktutertentu. Ada beberapa jenis fumigan yang digunakan dalam melakukan kegiatan fumigasi antara lain: Metil Bromida (CH3Br), Phosfin (PH3), Karbondiosida (CO2), Sulfuril Florida (SO2F2), Asam sianida (HCN), penggunaan fumigan ini harus mendapat pengawasan khusus dariDepartemen Pertanian dan Departemen kesehatan. Fumigasi merupakan pekerjaan pembasmian hama pada komoditi ekspor, tempat-tempat penyimpanan barang/komoditi (pergudangan), gudang arsip, kapal dan container. Dengan sasaran hama yang dibasmi : Tikus, kutu, kecoa, serangga, bubuk kayu ( Rotan ), dan hamagudang lainnya.

Surat Keterangan Asal (SKA):Surat Keterangan Asal (SKA) atau biasa disebut Certificate of Origin (COO) adalah merupakan sertifikasi asal barang, dimana dinyatakan dalam sertifikat tersebut bahwa barang / komoditas yang diekspor adalah berasal dari daerah / negara pengekspor. Mendasari hal ini adalah kesepakatan bilateral, regional, multilateral, unilateral atau karena ketentuan sepihak dari suatu negara pengimpor/ tujuan, yang mewajibkan SKA/COO inidisertakan pada barang ekspor Indonesia. COO / SKA ini yang membuktikan bahwa barangtersebut berasal, dihasilkan dan atau diolah di Indonesia. Ada 2 (dua) Jenis SKA / COO :

1. SKA Preferensi : Jenis SKA/COO sebagai persyaratan dalam memperoleh preferensi yang disertakan pada barang ekspor tertentu untuk memperoleh fasilitas berupa pembebasan seluruh atau sebagian bea masuk yang diberikan oleh suatu negara/kelompok negara tujuan.

2. SKA Non Preferensi Adalah jenis dokumen SKA yang berfungsi sebagai dokumen pengawasan dan ataudokumen penyerta asal barang ekspor untuk dapat memasuki suatu wilayah Negara tertentu

Yang termasuk dalam SKA Preferensi seperti :

1. Form “A” Generalized System of Preferences

2. Certificate in Regard to Traditional Handicraft Batik Fabrics of Cotton

{3|three}. Form “D” ASEAN Common Efective Prefential Tarif Scheme (CEPT)

{4|four}. Certificate in Regard to Certain Handicraft Products

5. Certificate Relating to Silk or Cotton Handlooms Products

6. Industrial Craft Certification (ICC)

7. Global System of Trade Preference Certificate of Origin

{8|eight}. Certificate of Handicraft Goods

9. Certificate of Authenticity Tobacco

10. “Form E” ASEAN-China Free Trade Area (AC-FTA)

{11|eleven}. “Form IJEPA” (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement)

Yang termasuk SKA Non Preferensi seperti :

1. ICO Certificate of Origin

2. Fisheries COO

{3|three}. COO for Imports of Agricultural Products into MEE (Europe Community)

{4|four}. COO Handlooms Traditional Textile Products of the Cottage Industry

5. Certificate of Origin Form “K”

6. COO(Textile Products)

7. Form “B”

{8|eight}. Certificado De Pais De Origen

Source {here|right here}.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *